HALAMAN PENGESAHAN
KELOMPOK : IV( EMPAT )
NAMA :
HERLINA ZAINAL
STAMBUK / NIRM :
290250301093
/ 291025031250687093
JURUSAN :
BAHASA & SASTRA INDONESIA
MATA PELAJARAN
YANG DIAJARKAN : BAHASA INDONESIA
Telah
diperiksa dan disetujui
Pada Tanggal
Oleh :
Ketua Pelaksana Dosen
Pembimbing
Haedar Harun, S.Pd. Nasruddin,S.Pd.,M.Pd.
NIDN: 0926128005 NIDN:
092906675002
Mengetahui :
WAKIL Dekan 1 Ketua ProgramStudi
Bustamin
Sa’diah,S.Pd.,M.Pd. MunirMulkhan,S.Fil.
NIDN: 0901027004 NIDN: 0924058003
KATA PENGANTAR
Puji
syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan hidayah-Nyalah
sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL )
I Mikroteaching dengan baik bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
khususnya jurusan Bahasa dan sastra Indonesia Universitas Tomakaka Mamuju.
Kami
sangat menyadari bahwa sebagai insan biasa tentunya memiliki banyak kekurangan,
keterbatasan serta kesulitan dalam menjalankan tugas PPL Mikroteaching,tetapi
Alhamdulillah itu semua dapat kami hadapi dan dapat kami optimalkan berkat
bantuan dari beberapa pihak.
Oleh
karena itu kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu
meringankan tugas – tugas kami, dalam hal ini kami ucapkan banyak terima kasih
yang sedalam-dalamnya terutama :
1. Bapak
Drs. Bustamin Sa’diah selaku Dekan I.
2. Bapak
Haedar Harun,S.Pd. selaku Dekan III sekaligus penasehat PPL I
Mikroteaching.
3. Bapak
Nasruddin, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing.
4. Bapak
Bongga Pasilong, S.Pd. selaku penanggung jawab PPL I Mikroteaching.
5. Rekan
– rekan Mahasiswa PPL I – Mikroteaching yang rela berbagi informasi dan
bertukar pikiran dalam melaksanakan tugas PPL I
Mikroteaching ini.
Mamuju,10
Januari 2012
Penyusun
HERLINA
ZAINAL
IDENTITAS
MAHASISWA
PSERTA PROGRAM PENGALAMAN
LAPANGAN
( PPL ) 1 (Microteaching)
NAMA : Herlina Zainal
STAMBUK
/ NIRM : 100250301108
JURUSAN : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
TEMPAT TANGGAL LAHIR : Selayar,10
Oktober 1987
JENIS
KELAMIN : Perempuan
ALAMAT / HP : Jl. Stadion / 081342135421
PPL YANG
DIIKUTI : PPL 1 – Microteching
MENYATAKAN
BAHWA :
1.
Bersedia mengikuti aturan dan tata
tertib Pelaksanaan PPL I - Mikroteaching
2.
Bersedia melaksanakan tahapan – tahapan
PPL 1 - Microteaching dengan kesungguhan hati dan dengan rasa tanggungjawab.
Mamuju,
10 Januari 2012
Peserta
HERLINA ZAINAL
KATA PENGANTAR
Puji
syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan hidayah-Nyalah
sehingga kami dapat menyelesaikan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL )
I Mikroteaching dengan baik bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
khususnya jurusan Bahasa dan sastra Indonesia Universitas Tomakaka Mamuju.
Kami
sangat menyadari bahwa sebagai insan biasa tentunya memiliki banyak kekurangan,
keterbatasan serta kesulitan dalam menjalankan tugas PPL Mikroteaching,tetapi
Alhamdulillah itu semua dapat kami hadapi dan dapat kami optimalkan berkat
bantuan dari beberapa pihak.
Oleh
karena itu kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu
meringankan tugas – tugas kami, dalam hal ini kami ucapkan banyak terima kasih
yang sedalam-dalamnya terutama :
1. Bapak
Drs. Bustamin Sa’diah selaku Dekan I.
2. Bapak
Haedar Harun,S.Pd. selaku Dekan III sekaligus penasehat PPL I
Mikroteaching.
3. Bapak
Nasruddin, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing.
4. Bapak
Bongga Pasilong, S.Pd. selaku penanggung jawab PPL I Mikroteaching.
5. Rekan
– rekan Mahasiswa PPL I – Mikroteaching yang rela berbagi informasi dan
bertukar pikiran dalam melaksanakan tugas PPL I
Mikroteaching ini.
Mamuju,10
Januari 2012
Penyusun
HERLINA ZAINAL
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.................................................................................. i
HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... ii
IDENTITAS MAHASISWA......................................................................... iii
KATA PENGANTAR.................................................................................... iv
DAFTAR ISI.................................................................................................. v
BAB
I PENDAHULUAN......................................................................... 1
1.1.
Latar Belakng................................................................................... 1
1.2.
Tujuan PPL – Mikroteaching........................................................... 2
1.3.
Manfaat PPL – Mikroteaching......................................................... 3
BAB
II IMPLEMENTASI KEGIATAN.................................................. 4
2.1.
Waktu............................................................................................... 4
2.2.
Jenis Kegiatan.................................................................................. 5
2.3.
Teknis, Metode & Alat Bantu Kegiatan.......................................... 6
2.4.
Materi Pembelajaran Mikro............................................................. 10
BAB
III TINDAK LANJUT
KEGIATAN................................................. 13
3.1.Mengidentifikasi
Permasalahan........................................................ 13
3.2.Gambaran
Pemecahan Persoalan....................................................... 14
3.3.Rekomendasi..................................................................................... 14
BAB
IV PENUTUP........................................................................................ 15
5.1.
Kesimpulan...................................................................................... 15
5.2.
Saran – Saran................................................................................... 16
LAMPIRAN
Ø Identitas
peserta PPL – microteaching
Ø RPP
dan Silabus yang telah diajarkan
Ø Jurnal
Kegiatan Pembelajaran
Ø Lembaran
Asistensi Pembimbingan
Ø Foto
Kegiatan
Ø Hal
lain yang terkait dengan pelaksanaan PPL – microteaching
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Pendidikan sebagai proses
pendewasaan peserta didik menempatkan proses belajar mengajar sebagai
inti permasalahan sekaligus kunci
keberhasilan berbagai runtutan yang harus dipenuhi oleh bidang pendidikan, baik
dari dalam maupun dari luar, secara substansi harus dipenuhi dengan memecahkan
masalah- masalah pokok dalam proses belajar mengajar.
Tugas dan peran guru adalah
mendidik siswa dan anak – anaknya untuk menjadi anak yang berguna bagi bangsa
dan negaranya, untuk menuju kearah
itu sering ditemukan anak yang mendapat
kesulitan atau hambatan dalam belajar, baik sekolah maupun di lembaga
pendidikan lainnya. Tentu hal itu merupakan tantangan dan problema yang
dihadapi oleh seorang guru maupun orang tua, dan juga menjadi beban tersendiri
bagi anak. Disinilah peran penting seorang guru dalam mendidik siswa, guru
dituntut untuk lebih kreatif, inofatif, dan terampil dalam melaksanakan
tanggung jawabnya.
Sosok seorang guru sangat
berpengaruh terhadap keberhasilan
seorang siswa. Guru yang mempunyai segudang tanggung jawab harus bisa terampil,
motivator,fasilitator, dan intertainer yang baik dihadapan siswa.
Oleh
karena itu, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan FKIP Tomakaka Mamuju yang
merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi, menyelenggarakan pendidikan
dibidang keguruan sebagai disiplin ilmu, dan bertujuan menyiapkan tenaga-tenaga
eduktif sesuai dengan latar belakang penidikan, yang nantinya dipersiapkan
untuk mengembang tugas dalam membangun bangsa.
Kita semua menyadari bahwa dalam
proses belajar mengajar di bangku kuliah terdapat banyak teori yang harus di
implementasikan di lapangan. Oleh karena itu, melalui praktek pengalaman
Microteaching sangatlah sesuai dengan program pendidikan yang dimaksudkan agar
para mahasiswa sebagai calon pendidik dapat melihat dan mengetahui strategi
dalam mengajar.
1.2.
TUJUAN PPL 1
– MIKROTEACHING
Agar tidak terkesan adanya
kesia-siaan dalam sebuah kegiatan, maka dalam laporan ini penulis akan
memberikan beberapa poin penting yang telah ditetapkan menjadi tujuan dari
pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mikroteaching sebagai berikut :
a.
Tujuan
umum
Meningkatkan kualitas dan pemahaman mahasiswa
tentang pelaksanaan proses mengajar pada jenjang pendidikan menengah.
b.
Tujuan
khusus
Adapun tujuan khusus dari kegiatan
PPL – mikroteaching sebagai berikut :
1. Meningkatkan pemahaman dan
pengetahuan mahasiswa tentang perencanaan pengajaran, program pengajaran serta
kegiatan belajar mengajar.
2. Membekali mahasiswa dengan
pemahaman dan pengetahuan tentang materi pelajaran yang digunakan dengan
orientasi pokok pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).
3. Membekali mahasiswa tentang sistem
evaluasi pengajaran dan belajar mengajar.
4. Membekali mahasiswa tentang tugas
pokok dan fungsi seorang guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
1.3.
MANFAAT PPL 1 – MIKROTEACHING
Melalui pengalaman lapangan ini
dalam suatu kegiatan atau usaha yang bersifat formal atau ilmiah, senantiasa
diharapkan ada manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut terdiri atas
:
a.
Teoritis
Adapun manfaat teoritis dari
Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL ) mikroteaching ini adalah :
1. Mahasiswa memiliki konsep dasar
secara teoritis menjadi guru yang ideal, profesional dan memiliki kompetensi
pendidikan.
2. Menjadi landasan teoritis dalam
mengembangkan kreatifitas mahasiswa dalam melaksanakan program yang sama yang
akan datang.
3. Sebagai pedoman teoritis yang dapat
dijadikan sebagai bahan komparatif bagi mahasiswa pada Praktek Pengalaman
Lapangan ( PPL).
b.
Manfaat
praktis
Adapun manfaat praktis dari
Pelaksanaan Pengalaman Lapangan (PPL) Mikroteaching ini adalah :
1. Menumbuhkan kesadaran dan rasa
percaya diri bagi mahasiswa dalam menghadapi kenyataan sebagai calon tenaga
pendidik nantinya.
2. Mahasiswa diharapkan setelah PPL
dilaksanakan, mampu memahami dan mengaplikasikan hasil praktek yang dilakukan
selama 2 ( dua ) bulan.
3. Membantu perguruan tinggi dalam
mengembangkan keterampilan mengajar mahasiswa sebagai calon guru dan pendidik
dalam mencetak generasi yang berkualitas.
4. Memahami pertimbangan bagi
pemerintah akan sulitnya menghasilkan tenaga kependidikan yang profesional dan
berdaya guna dimasa yang akandatang.
BAB II
IMPLEMENTASI KEGIATAN
2.1. WAKTU
a.
Pembekalan PPL I – Mikroteaching.
Pembekalan
peserta PPL I- mikroteaching Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ( F - KIP )
Universitas Tomakaka Mamuju dilaksanakan selama satu hari yaitu pada hari kamis
tanggal 10 November 2011 yang dilaksanakan pada pukul 08.00 hingga pukul 17.00
Wita bertempat di aula lantai dua Universitas Tomakaka Mamuju.
b.
Pembimbingan
Kegiatan
pembimbingan PPL I – mikroteaching dilaksanakan selama satu bulan mulai dari
tanggal 13 November 2011 s/d 10 Desember 2011 bertempat di ruangan belajar
kampus F- KIP Universitas Tomakaka.
c.
Proses pelaksanaan Pembelajaran PPL I –
Mikroteaching.
Proses
Pelaksanaan Pembelajaran PPL I – mikroteaching dilaksanakan mulai dari tanggal
1 Desember s/d tanggal 15 Februari 2012. Pelaksanaan PPL I – mikroteaching ini
disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan dan bertempat di ruangan
belajar kampus F- KIP Universitas Tomakaka.
2.2 JENIS KEGIATAN
Adapun
jenis kegiatn yang kami laksanakan mulai dari pembekalan, proses pembimbingan
sampai pada akhir pelaksanaan PPL – I mikroteaching, yaitu :
|
No
|
Jenis kegiatan
|
Waktu kegiatan
|
Target
|
|
1.
|
Pembekalan
PPL I
|
Kamis,
10 November 2011
|
Dapat mengetahui bagaimana
cara belajar mengajar yang baik, dan dapat mengetahui cara pembuatan laporan
setelah pelaksanaan.
|
|
2
|
Pembimbingan
|
Jumat, 13 November
2011 s/d Sabtu 10 Desember 2011
|
Mengenal dan memahami
proses pelaksanaan pembelajaran PPL I – mikroteaching, rubrik penilaian serta pembuatan RPP dan Silabus
|
|
3.
|
Proses
Belajar
Mengajar
|
Sabtu, 1 Desember
2011
|
Dapat melaksanakan
PBM Sesuai dengan RPP yang dibuat,
menumbuhkan semangat/motivasi belajar mahasiswa menguasai kelas dengan baik
dan berusaha keras agar mahasiswa dapat lebih mudah memahami materi yang saya berikan pada saat
PBM.
|
2.3. TEKNIS, METODE DAN ALAT BANTU KEGIATAN
a. Teknis kegiatan
1. Pembekalan
Kegiatan
pembekalan dilaksanakan pada tanggal 2 November 2011 metode yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain :
a). Metode ceramah yaitu pemaparan materi oleh
masing-masing pemateri.
Dalam kegiatan ini kami diberi
pengetahuan pengalaman lapangan tentang berbagai hal yang berkaitan hal dengan
pelaksanaan PPL 1- microteaching
terutama berkaitan dengan hal-hal teknis,seperti penyusunan perangkat
pembelajaran seperti silabus dan RPP.
b).
Metode tanya jawab yaitu interaksi antara pemateri dan mahasiswa peserta PPL 1 microteaching mengadakan
bentuk pertanyaan dan jawaban , menenai
segala hal yang telah dipaparkan oleh pemeteri dan hal-hal lain yang berkaitan
dengan pelaksaan PPL 1 microteaching. Hasil yang di capai dalam kegiatan
pembekalan ini adalah bertambahnya pengetahuan kami mengenai segala hal yang
berkaitan dengan pelaksaan PPL 1 microteahing sehingga kami siap untuk
melaksanakan peraktek.
2. Pembimbingan.
Dalam
proses pembimbingan peserta PPL I – mikroteaching diajarkan bagaimana membuat
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) teknik - teknik menilai, dan sebelum
melakukan pelaksanaan pembelajaran mikroteaching. Peserta PPL I – mikroteaching
mengumpulkan sumber belajar dan segala keperluan yang nantinya akan diperlukan
dalam proses pembelajaran mikroteaching.
3. Penyusunan
Program Pembelajaran
Setelah
memperoleh bahan ajar seperti buku paket dan silabus. Saya mulai menyusun
program pembelajaran seperti kalender
pendidikan, analisis hari dan belajar efektif, dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP). Adapun metode yang saya gunakan dalam proses ini adalah:
a).
Metode wawancara, yaitu tukar pendapat dengan dosen pembimbing mengenai cara
penyusunan program pembelajaran terutama rencana pelaksanaan pembelajaran
(RPP).
b). Bimbingan, yaitu dalam proses
penyusunan program pembelajaran saya dibimbing langsung oleh dosen pembimbing.
Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan dalam
menyusun program pembelajaran, terutama Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP).
4. Proses
pembelajaran Mikroteaching.
Dalam
interaksi belajar mengajar, guru memegang kendali utama untuk keberhasilan dan
tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, guru harus memiliki
keterampilan mengajar, mengolah tahapan pembelajaran, menggunakan metode dan
media, serta mengalokasikan tindakan mengajar dengan baik.
Untuk mencapai hal tersebut perlu
diperhatikan syarat metode yang baik yaitu:
a).
Mampu membangkitkan motif, minat, atau gaerah belajar siswa.
b).
Dapat menjamin perkembangaan kegiatan keperibadian siswa.
c).
Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mewujudkan hasil karyanya.
d). Dapat merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut melakukan
eksplorasi dan inovasi (pembaharuan).
e). Dapat mendidik siswa dalam teknik
dalam belajar sendiri dan cara memperoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.
f).
Dapat mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas dengan pengalaman
atau situasi yang nyata dan bertujuan.
b.
Metode pembelajaran
Ada
beberapa metode yang kami gunakan dalam pelaksanaan PBM selama melaksanakan
praktek di Kampus Unisversitas Tomakaka Mamuju, yaitu:
1. Metode
ceramah
Metode
ceramah merupakan metode yang bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada
siswa secara klasikal dan menyeluruh. Penyampaian informasi dilakukan lewat
penerangan dan penuturan secara lisan dalam metode ceramah ini yaitu guru
menyampaikan informasi kepada siswa secara klasikal menyampaikan informasi
lewat pengalaman.
Kekuatannya; Siswa mampu memahami mata pelajaran tersebut
dan dapat mengajar dan soal-soal diberikan dengan baik dan dapat menimbulkan
minat siswa untuk mengajar lebih giat lagi.
Kelemahannya; Terkadang siswa agak
lambat dalam menangkap pelajaran yang diajarkan opleh guru. Hal ini dikarenakan
kurangnya daya ingatan siswa sehingga apa yang disampaikan oleh guru kurang
dipahami oleh siswa.
2. Metode Tanya jawab
Metode
tanyak jawab adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai
bentuk pertanyaan yang di jawab oleh siswa. Dalam metode ini antara lain dapat
dikembangkan kemampuan mengamati, menafsirkan, menggolongkan, menyusun
hipotensis, menarik kesimpulan, menerapkan dan mengkomunikasikan.
Kekuatannya; Untuk
merangsang pikiran siswa, melatih dan mengembangkan daya pikir termasuk daya
ingat dan mengembangkan keberanian, keterampilan siswa dalam menjawab dan
mengemukakan pendapat.
Kelemahannya; Pada saat siswa tidak memahami pelajaran sehingga
tidak dapat mengungkapkan keinginan / pendapat dengan baik.
3. Metode
Penugasan
Metode
penugasan merupakan suatu cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk
melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk
langsung yang telah dipersiapkan guru, sehingga siswa dapat mengalami
secara nyata. Tugas dapat diberikan secara berkelompok atau perorangan. Melalui
metode ini berbagai keterampilan dalam diri siswa dapat dikembangkan.
Kekuatannya; guru lebih
mudah memberikan nilai kepada siswa dan siswa lebih leluasa menyelesaikan tugas yang di berikan.
Kelemahannya; terkadang
banyak siswa yang acuh tak acuh dalam mengerjakan tugasnya.
c.
Alat bantu kegiatan
Alat
bantu pembelajaran adalah seperangkat alat yang digunakan dengan tujuan untuk
mempermudah proses belajar mengajar. Alat bantu/peraga yang digunakan yaitu:
buku paket Bahasa Indonesia, papan tulis, spidol, dan penghapus.
2.4. MATERI PEMBELAJARAN MIKRO
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )
Sekolah : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester :
VII/1
Standar Kompetensi :
Mendengarkan
5. Mengapresiasi pementasan dongeng yang diperdengarkan
Kopetensi Dasar
: 5.2 Menunjukkan
relevansi isi dongeng yang diperdengarkan dengan situasi sekarang
Alokasi waktu : 2 x
40 menit
Indikator :1.mampu
menemukan isi didalam dongeng
2.mampu merelevansikan
isi dongeng
dengan keadaan sekarang
A.
Tujuan Pembelajaran
1.
Peserta didik mampu menunjukkan isi didalam dongeng.
2.
Peserta didik mampu menunjukkan relevansi isi dongeng yang diperdengarkkan
dengan situasi.
v
Karakter
siswa yang diharapkan : Dapat
dipercaya
Rasa hormat dan perhatian
Tekun
Tanggung jawab
Berani
B.
Materi Pembelajaran
Cara menunjukkan relevansi isi dongeng dengan situasi sekarang
dan implementasinya.
C.
Metode Pembelajaran
1.Pemodelan
2.Tanya jawab
3.Demonstrasi
D. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.
Kegiatan awal
·
Guru mengucapkan salam ketika masuk ke kelas.
·
Guru dan peserta didik mengawali pembelajaran
dengan berdoa
·
Guru menanyakan keadaan siswa
·
Guru mengabsen peserta didik
·
Mengingatkan kembali pelajaran minggu lalu
·
Guru yang
menjelaskan tentang dongeng
·
Menyampaikan keterkaitan materi yang akan
dipelajari
2.
Kegiatan Inti
·
Siswa diberi kesempatan untuk mendengarkan dongeng
yang diperdengarkan oleh guru
·
Siswa membaca dongeng dan mencari isi dongen
tersebut
·
Siswa menunjukkan relevansi isi dongeng dengan
situasi sekarang
3.
Kegiatan akhir
·
Guru melakukan evaluasi terkait dengan materi
yang sudah di ajarkan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta didik
tentang proses pembelajaran yang telah terlaksana.
·
Guru memberikan kesimpulan tentang materi yang
di ajarkan
·
Peserta didik diberi tugas mencari dongeng dan
menunjukkan relevansi isi dongeng dengan stuasi sekarang.
·
Guru menutup pelajaran.
s
E. Sumber belajar
1.
Buku Bahasa
Indonesia kelas VII
2. Media Pembelajaran ( HP)
F. Penilaian
1.
Tuliskanlah pokok-pokok isi
dongeng yang disajikan secara lisan !
2.
Bagaimanakah relevansi isi dongeng
yang kamu dengarkan dengan
situasi
sekarang ini
|
No
|
Kegiatan
|
Skor
|
||
|
1
|
3
|
5
|
||
|
1
|
Siswa dapat
menuliskan pokok-pokok isi dongeng
|
|
v
|
|
|
2
|
Siswa dapat
merelevansi isi dongeng dengan situasi sekarang dengan tepat
|
|
|
V
|
|
3
|
Siswa dapat
merelevansi isi dongeng dengan situasi sekarang tetapi kurang tepat
|
v
|
|
|
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0-100
adalah sbb. :
Nilai = Perolehan
skor x 100
Skor maksimum
|
Mengetahui,
Dosen Pembimbing
ABDUL HAKIM
|
|
Mamuju,
Mahasiswa ppl
HERLINA ZAINAL
|
BAB III
TINDAK LANJUT HASIL
KEGIATAN
1.1.
MENGIDENTIFIKASI
PERMASALAHAN
Selama pelaksanaan PPL
1 – Microteaching yang berlangsung, ada beberapa hal penting yang menjadi
masalah tersendiri bagi kami, antara lain menyangkut fasilitas pendukung
ruangan yang kurang memadai seperti media pembelajaran yang kurang difungsikan
dan keadaan ruangan yang cukup panas sehingga terhambat dalam proses
pelaksanaan PPL 1 – Microteaching.
1.2.
GAMBARAN
PEMECAHAN PERSOALAN
Dari
berbagai persoalan yang berhubung dengan fasilitas sarana penunjang kegiatan
PPL 1 – Microteaching tentunya kepada pihak yang terkait untuk memperhatikan
hal tersebut, agar dapat meningkatkan efektifitas belajar mengajar sehingga
pembelajaran diharapkan dapat lebih obtimal.
1.3.
REKOMENDASI
Dari
berbagai permasalahan-permasalahan yang dihadapi saat pelaksanaan proses PPL 1
– Microteaching Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan ( FKIP ) Universitas
Tomakaka, saya merekomendasikan kepada pihak terkait bahwa untuk pelaksanaan
PPL 1 – Microteaching diperlukan fasilitas yang memadai agar pelaksanaannya
dapat berjalan dengan efektif sehingga terciptanya kondisi belajar mengajar
yang benar-benar mampu menerapkan berbagai kemampuan professional keguruan
secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata.
BAB
IV
PENUTUP
4. 1. KESIMPULAN
Berdasarkan
hal-hal yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dalam penulisan
laporan pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL 1- mikroteaching) ini
penulis menyimpulkan bahwa :
a.
Program Pengalaman Lapangan ( PPL I –
mikroteaching ) adalah salah satu kegiatan intra kurikulaer yang diwajibkan
bagi setiap mahasiswa F-KIP dalam bentuk latihan dan praktek kependidikan
sehingga mahasiswa dapat memiliki seperangkat kompetensi pengetahuan,
keterampilan, dan sikap professional guru.
b.
Kegiatn PPL I – mikroteaching ini
memberikan manfaat yang begitu besar
bagi mahasiswa calon guru yang berhubungan dengan keprofesionalannya sebagai
tenaga pendidik.
c.
Dalam melaksanakan program pembelajaran
PPL I – mikroteaching masih ditemui hambatan – hambatan, dengan demikian
sebagai seorang calon guru dapat lebih terlatih dalam menghadapi hambatan
tesebut dikemudian hari.
d.
Untuk menjadi tenaga pengajar
membutuhkan kerja keras dan ketekunan serta kreatifitas yang tinggi sehingga
mampu memanejemen pengajaran dengan baik.
e.
Keberhasilan guru dalam mengajar sangat
tergantung dalam penguasaan materi dan keterampilan dalam menjelaskan materi
tersebut.
f.
Kesulitan dan permaslahan-permaslahan yang
kami hadapi dalam pembelajaran PPL I – mikroteaching ini halnya perlu
diperhatikan.
1.2.
SARAN
– SARAN
Tanggung
jawab pendidikan terhadap anak didik jangan diserahkan kepada guru dan anak
didik semata, akan tetapi hal ini merupakan tanggung jawab bersama antara
lembaga pendidikan, keluarga, dan pemerintah.
Mengingat waktu PPL I- mikroteaching
yang begitu singkat, maka hendaknya mahasiswa calon guru dapat memanfaatkan
kesempatan ini sebaik mungkin dan hendaknya mempersiapkan diri sebaik-baiknya
sebelum melakukan PPL I – mikroteaching, termasuk pemahaman dan pengetahuan
tentang perencanaan pengajaran serta program pengajaran, agar dapat
melaksanakan proses belajar mengajar secara terstruktur dan berkesinambungan
sesuai dengan tahapan-tahapanya.
Penulis
merasakan bahwa kegiatan ini sungguh sangatlah penting dan bermanfaat. Oleh
karena itu, penulis menyarankan agar kegiatan pelaksanaan PPL ini terus
dibenahi baik dari pihak kampus penyelenggara PPL I – mikroteaching maupun dari
mahasiswa sebagai individu pelaksana yang akan mengadakan kegiatan PPL I –mikroteaching
selanjutnya,yaitu dengan meningkatkan persiapan dan mutu pengajaran, serta
kreatifitasnya sebagai calon guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar